Sabtu, 27 Juni 2015

soal bab 11

1. Apa yang di maksud dengan uang ?

Menurut D.H. Robertson dalam bukunya Money, disebutkan bahwa uang adalah sesuatu yang bisa diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang-barang.
Menurut R.G. Thomas dalam bukunya Our Modern Banking menjelaskan uang adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.
Menurut A.C. Pigou dalam bukunya The Veil of Money, yang dimaksud uang adalah alat tukar.

soal bab 10

2. Bagaimana contoh aplikasi dari nilai waktu uang ?

Nasabah menyimpan uang sebasar Rp 1.000.000 pada bank dengan tingkat bunga 10 persen. Maka setelah satu tahun uang nasabah menjadi:
Nilai kemudian, NK1 = Rp 1.000.000 + (Rp 1.000.000,- x 10 %)
NK1 = Rp 1.100.000,-
Di sini, nasabah menerima tambahan uang akibat bunga sebesar  Rp 100.000,-
Jika disimpan untuk jangka waktu dua tahun ke depan, maka nilai uang nasabah pada akhir tahun kedua adalah:
NK2 = Rp 1.100.000,- + (Rp 1.100.000,- x 10 %)
NK2 = Rp 2.210.000,-
Bunga yang diperoleh pada tahun kedua adalah Rp 110.000,- nilai ini diperoleh dari perhitungan pokok simpanan setelah satu tahun, yaitu Rp 1.100.000,-, yang merupakan nilai dari simpanan pokok sebesar Rp 1.000.000 dan ditambah dengan bunga tahun pertama sebesar Rp 100.000,-
Secara matematis dapat diturunkan sebagai berikut:
Pokok simpanan awal dinotasikan dengan X0, sedangkan nilai simpanan setelah jangka waktu n periode dinotasikan dengan Xn, dan tingkat bunga bank dinotasikan sebagai r, maka nilai kemudian untuk n periode dinotasikan NKn.
NK1 = X0 + ( X0 x r)1 = X0 (1 + r)1
NK2 = NK1 + (NK1 x r)1 = NK1 (1 +r)1
NK2 = X0 (1 + r)1 (1 + r)1 atau
NK2 = X0 (1 + r)2 dan jika ditulis secara umum menjadi:
NKn = X0 (1 +r)n

soal bab 10

1. Apa pengertian dari nilai waktu uang ?

Pengertian Definisi Konsep Nilai Waktu Uang

Nilai waktu dari uang menunjukkan perubahan nilai uang akibat berjalannya waktu. Atau nilai uang dapat berubah seiring berubahnya waktu. Uang satu juta saat ini akan berubah nilainya setelah satu tahun berjalan. Di sini waktu secara tidak langsung menjadi fungsi dari uang, atau waktu merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi perubahan nilai uang.

soal bab 9

2. Bagaimana penerapan teori keynes pada negara terbelakang ?



ž  Penerapan Teori Keynes pada Negara Terbelakang
    Teori Keynes tidak dapat diterapkan pada setiap tatanan sosio-ekonomi. Ia hanya berlaku  pada ekonomi kapitalis demokratis yang telah maju. Sebagaimana tulis Schumpeter, “Ajaran
     praktis Keynes merupakan bibit yang tidak dapat dipindahkan ke tanah seberang; ia akan mati di sana dan bahkan menjadi beracun sebelum mati. Tetapi di tanah Inggris, tanaman ini tumbuh dengan subur dan menjanjikan buah dan keteduhan. Begitu juga dengan saran lain yang pernah dikemuk akan Keynes.”
                Sebelum kita mempelajari penerapan ekonomi Keynes pada negara terbelakang, kita  perlu lebih dahulu menelaah asumsi ekonomi Keynes dihadapkan dengan kondisi yang berlaku di negara terbelakang.

soal bab 9

1. Apa yang di maksud dengan teori keynes?


Keynesianisme, atau ekonomi ala Keynes atau Teori Keynes, adalah suatu teori ekonomi yang didasarkan pada ide ekonom Inggris abad ke-20, John Maynard Keynes. Teori ini mempromosikan suatu ekonomi campuran, di mana baik negara maupun sektor swasta memegang peranan penting. Kebangkitan ekonomi Keynesianisme menandai berakhirnya ekonomi laissez-faire, suatu teori ekonomi yang berdasarkan pada keyakinan bahwa pasar dan sektor swasta dapat berjalan sendiri tanpa campur tangan negara.

Sabtu, 20 Juni 2015

teori keynes



TEORI KEYNES



ž  Keynesianisme, atau ekonomi ala Keynes atau Teori Keynes, adalah suatu teori ekonomi yang didasarkan pada ide ekonom Inggris abad ke-20, John Maynard Keynes. Teori ini mempromosikan suatu ekonomi campuran, di mana baik negara maupun sektor swasta memegang peranan penting. Kebangkitan ekonomi Keynesianisme menandai berakhirnya ekonomi laissez-faire, suatu teori ekonomi yang berdasarkan pada keyakinan bahwa pasar dan sektor swasta dapat berjalan sendiri tanpa campur tangan negara.
ž  Teori ini menyatakan bahwa trend ekonomi makro dapat memengaruhi perilaku individu ekonomi mikro. Berbeda dengan teori ekonom klasik yang menyatakan bahwa proses ekonomi didasari oleh pengembangan output potensial, Keynes menekankan pentingnya permintaan agregat sebagai faktor utama penggerak perekonomian, terutama dalam perekonomian yang sedang lesu. Ia berpendapat bahwa kebijakan pemerintah dapat digunakan untuk meningkatkan permintaan pada level makro, untuk mengurangi pengangguran dan deflasi. Jika pemerintah meningkatkan pengeluarannya, uang yang beredar di masyarakat akan bertambah sehingga masyarakat akan terdorong untuk berbelanja dan meningkatkan permintaannya (sehingga permintaan agregat bertambah). Selain itu, tabungan juga akan meningkat sehingga dapat digunakan sebagai modal investasi, Kesimpulan utama dari teori ini adalah bahwa tidak ada kecenderungan otomatis untuk menggerakan output dan lapangan pekerjaan ke kondisi full employment (lapangan kerja penuh). Kesimpulan ini bertentangan dengan prinsip ekonomi klasik seperti ekonomi supply-side yang menganjurkan untuk tidak menambah peredaran uang di masyarakat untuk menjaga titik keseimbangan di titik yang ideal.dan kondisi perekonomian akan kembali ke tingkat normal.
ž  Kesimpulan utama dari teori ini adalah bahwa tidak ada kecenderungan otomatis untuk menggerakan output dan lapangan pekerjaan ke kondisi full employment (lapangan kerja penuh). Kesimpulan ini bertentangan dengan prinsip ekonomi klasik seperti ekonomi supply-side yang menganjurkan untuk tidak menambah peredaran uang di masyarakat untuk menjaga titik keseimbangan di titik yang ideal. Thori Keynes tidak menganalisa masalah-masalah negara terbelakang. Sebaliknva, teori ini dengan negara kapitalis maju. Namun dalam rangka mengetahui seberapa jauh Keynes dapat diterapkan pada perekonomian negara terbelakang, ada baiknya kita lihat teori ini secara ringkas.
ž  Penerapan Teori Keynes pada Negara Terbelakang
    Teori Keynes tidak dapat diterapkan pada setiap tatanan sosio-ekonomi. Ia hanya berlaku  pada ekonomi kapitalis demokratis yang telah maju. Sebagaimana tulis Schumpeter, “Ajaran
     praktis Keynes merupakan bibit yang tidak dapat dipindahkan ke tanah seberang; ia akan mati di sana dan bahkan menjadi beracun sebelum mati. Tetapi di tanah Inggris, tanaman ini tumbuh dengan subur dan menjanjikan buah dan keteduhan. Begitu juga dengan saran lain yang pernah dikemuk akan Keynes.”
                Sebelum kita mempelajari penerapan ekonomi Keynes pada negara terbelakang, kita  perlu lebih dahulu menelaah asumsi ekonomi Keynes dihadapkan dengan kondisi yang berlaku di negara terbelakang.
               
ž  Asumsi Keynes dan Negara Terbelakang
                Ilmu ekonomi Keynes didasarkan pada asumsi berikut, yang penerapannya pada negara terbelakang bersifat terbatas: Pengangguran Siklis. Teori Keynes didasarkan pada adanya pengangguran siklis yang terjadi selama depresi.
ž  Analisa Periode Jangka Pendek. Analisa Keynes merupakan analisa periode jangka  pendek ia menganggap faktor berikut ini sebagai tetap (given): keterampilan dan kuantitas tenaga kerja yang tersedia; kuantitas dan kualitas peralatan yang tersedia; teknologi yang ada; derajat  persaingan; selera dan kebiasaan konsumen; tidak termanfaatkannya berbagai intensitas tenaga kerja, aktivitas
                 pengawasan dan organisasi serta struktursosial,” Padahal pembangunan ekonomi
ž                   merupakan analisa periode jangka panjang, seluruh faktor dasar yang diasumsikan Keynes sebagian tetap (given) itu berubah setiap waktu Ekonomi Tertutup. Teori Keynes didasarkan pada asumsi ekonomi tertutup. Tetapi negara terbelakang bukanlah ekonomi tercutup. Mereka adalah ekonomi terbuka, dengan  perdagangan luar negeri memainkan peranan dominan dalam pembangunan. Ekonomi seperti itu terutama tergantung pada ekspor hasil pertanian dan bahan baku industri serta impor barang-  barang modal. Dengan demikian ekonomi Keynes dalam hal ini tidak begitu relevan dengan negara terbelakang Penawaran-lebih faktor komplementer dan faktor tenaga kerja. Teori Keynes mengasumsikan adanya penawaran-lebih faktor komplemen, faktor tenaga kera dan sumber  pelengkap lainnya dalam perekonomian. Analisanya mengacu pada depresi ekonomi dengan menganggap “industri, mesin, manajer dan pekerja, begitu juga kebiasaan konsumsi, semuanya telah ada di sana, tinggal menunggu waktu untuk memainkan kembali peranan dan fungsi mereka yang untuk sementara tertunda.” Tetapi di dalam perekonomian terbelakang tidak ada istilah penundaan kegiatan ekonomi untuk sementara waktu seperti itu. Kegiatan ekonomi statis. Modal, kterampilan, penawaran faktor, dan prasarana ekonomi sangat‟kurang.
ž  Tenaga Kerja dan Modal secara serempak menganggur. Lebih dan itu, berdasarkan asumsi dan analisa Keynes tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja dan modal secara serempak menganggur. Bila tenaga kerja menganggur, modal dan peralatan juga tidak sepenuhnya terpakai atau ada kapasitas lebih di dalamnya. Tetapi tidak demikian halnya di negara terbelakang. Bila tenaga kerja menganggur maka tidak ada persoalan mengenai tidak termanfaatkannya modal, karena peralatan dan modal itu sendiri sangat langka



Minggu, 14 Juni 2015

PENGARUH KURS DOLLAR AMERIKA, JUMLAH PRODUKSI DAN LUAS
LAHAN PADA VOLUME EKSPOR LADA INDONESIA
Ida Ayu Diah Fitri1
Ida Bagus Pt Purbadharmaja2
1Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Bali, Indonesia
e-mail: gekdiah100@yahoo.co.id/ Tlp.+6285737178207
2Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Bali, Indonesia


ABSTRAK
Perdagangan internasional merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah bagi suatu
negara dalam memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Salah satunya yaitu lada yang memiliki
potensi bagus dipasar internasional. Penelitian ini meneliti mengenai pengaruh kurs dollar
USA, jumlah produksi dan luas lahan pada volume ekspor lada indonesia. Jenis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder times series dari tahun 1993-2012.

PENDAHULUAN
Perdagangan internasional merupakan salah satu upaya untuk mengatasi
masalah bagi suatu negara dalam memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Banyak
keuntungan yang bisa diperoleh dari aktivitas perdagangan luar negeri, salah
satunya adalah memungkinkan suatu negara untuk berspesialisasi menghasilkan
barang-barang dan jasa secara lebih murah, baik dari segi biaya bahan maupun cara berproduksi. Keuntungan suatu negara melakukan spesialisasi adalah ketika
suatu negara tidak dapat menghasilkan suatu barang dan jasa di dalam negeri,
untuk memenuhi kebutuhannya akan mengimpor barang dan jasa tersebut.
Apabila suatu negara dapat menghasilkan barang dan jasa secara berlebih, untuk
bisa mendatangkan suatu devisa maka barang dan jasa akan di ekspor ke negara
yang kekurangan atas barang dan jasa tersebut.
 
Nilai ekspor yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai impor,
menunjukkan majunya perekonomian suatu negara baik dari segi kegiatan
perdagangan internasional maupun sumbangannya terhadap pembiayaan
pembangunan.

Lada salah satu komoditas andalan ekspor tradisional bagi Indonesia,
dikarenakan produk tertua dan terpenting yang diperdagangkan di dunia. Lada
juga dianggap sebagai raja rempah-rempah. Kegiatan ekspor tanaman lada
Indonesia di samping sebagai sumber devisa juga sebagai penyedia lapangan kerja
dan pemenuhan bahan baku industri. Produksi lada Indonesia mempunyai segmen
pasar di dalam maupun di luar negeri. Pasar dalam negeri mampu menyerap 10%
dari total produksi lada nasional. Sementara sisanya mampu diserap pasar dunia
(luar negeri) dan permintaan ini cenderung terus meningkat.

Faktor yang dapat berpengaruh terhadap ekspor lada Indonesia adalah
tingkat nilai tukar yang ternyata dapat mendorong peningkatan harga lada dan
volume ekspor lada Indonesia.Selain kurs dollar Amerika, jumlah produksi juga mempengaruhi volume ekspor lada Indonesia. Semakin banyak jumlah produksi yang dihasilkan maka
lada yang diekspor semakin banyak.Selain kurs dollar Amerika dan jumlah produksi, luas lahan juga
mempengaruhi ekspor lada Indonesia. Semakin besar luas lahan yang digunakan
untuk produksi lada Indonesia semakin besar juga jumlah produksi lada yang
dihasilkan, sehingga menyebabkan meningkatnya jumlah ekspor lada.

 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dipaparkan, maka dapat
drumuskan pokok permasalahan sebagai berikut :
 
1. Apakah kurs dollar Amerika, jumlah produksi, dan luas lahan secara
    simultan berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor lada
    Indonesia tahun 1993-2012?

 2. Bagaimanakah pengaruh kurs dollar Amerika, jumlah produksi, dan
     luas lahan secara parsial terhadap volume ekspor lada Indonesia tahun
     1993-2012?

 TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan pokok permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini
adalah :
1. Untuk mengetahui pengaruh antara kurs dollar Amerika, jumlah
    produksi, dan luas lahan secara simultan signifikan terhadap volume
    ekspor lada Indonesia tahun 1993-2012.
 
2. Untuk mengetahui pengaruh kurs dollar Amerika, jumlah produksi, dan
    luas lahan secara parsial terhadap volume ekspor lada Indonesia tahun
    1993-2012.
 
HIPOTESIS PENELITIAN
Berdasarkan pokok masalah dan kajian pustaka yang telah diuraikan, maka dapat
dirumuskan hipotesis yang akan diuji pada penelitian ini, yaitu:
1. Kurs dollar Amerika, jumlah produksi, dan luas lahan, secara simultan
    berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor lada Indonesia tahun
    1993-2012.
 
2. Kurs Dollar Amerika, jumlah produksi dan luas lahan, secara parsial
    berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume ekspor lada Indonesia
    tahun 1993-2012.

 METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berbentuk
asosiatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder
yang berasal dari Badan Pusat Statistik. Metode pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode yang diambil dari
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier
berganda, dengan persamaan sebagai berikut : (Gujarati, 2004 : 91)
Ỵ = βo + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + μ………………………………………(1)
Keterangan :
Ỵ = Volume ekspor lada Indonesia periode 1993-2012
X1 = Kurs Dollar Amerka Serikat periode 1993-2012
X2 = Jumlah produksi periode 1993-2012
X3 = Luas lahan periode 1993-2012
β1 β2 β3 = Koefisien regresi
βo = Intersep
μ = Kesalahan penganggu yang disebabkan oleh faktor lain diluar model

HASIL DAN PEMBAHASAN

 Y = 337,633 – 1,708 X1 + 0,565 X2 + 0,131 X3 ………………………. (2)
Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Fhitung = 11,644 > Ftabel = 3,24. Ini
berarti bahwa kurs Dollar Amerika, jumlah produksi dan luas lahan secara
simultan berpengaruh signifikan pada volume ekspor lada Indonesia tahun 1993-
2012.
 
R2 sebesar 0,686 menunjukkan bahwa 68,6% variasi (naik-turunnya)
variabel volume ekspor lada Indonesia dipengaruhi secara bersama-sama oleh
variabel kurs dollar Amerika, jumlah produksi dan variabel luas lahan, sedangkan
sisanya sebesar 31,4% dipengaruhi oleh variabel lain
 
Pengujian terhadap koefisien regresi kurs Dollar Amerika (X1) bertujuan
untuk mengetahui apakah kurs dollar Amerika berpengaruh positif pada volume
ekspor lada Indonesia tahun 1993-2012. Berdasarkan hasil analisis data b1 sebesar
-1,708 dengan t-hitung =-2,214 < t- tabel = 1,746 yang berarti Ho diterima artinya
kurs dollar Amerika tidak berpengaruh pada volume ekspor lada Indonesia.

Pengujian terhadap koefisien regresi Jumlah Produksi (X2) menunjukan
nilai koefisien regresi jumlah produksi terhadap volume ekspor lada Indonesia
tahun 1993-2012 sebesar b2=0,565 dengan t-hitung = 3,814 > t- tabel = 1,746
yang berarti bahwa jumlah produksi berpegaruh positif dan signifikan pada
volume ekspor lada Indonesia. b2=0,565 artinya apabila jumlah produksi naik
sebesar 1 ton maka volume ekspor lada akan naik sebesar 0,565 ton.

Untuk variabel luas lahan (X3) berdasarkan hasil analisis data koefisien
regresi luas lahan terhadap ekspor lada Indonesia sebesar b3=0,131 dengan thitung
=2,467 > t-tabel = 1,746 yang berarti bahwa luas lahan berpengaruh positif
dan signifikan pada volume ekspor lada Indonesia. b3=0,131 Artinya apabila luas
lahan bertambah sebesar 1 Ha maka volume ekspor lada akan bertambah sebesar
0,131 Ha.

SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan diperoleh kesimpulan yaitu kurs dollar
Amerika, jumlah produksi dan luas lahan secara simultan berpengaruh signifikan
pada volume ekspor lada Indonesia. Sedangkan secara parsial Kurs dollar
Amerika tidak berpengaruh pada volume ekspor lada Indonesia. Hal ini
dikarenakan ekspor yang terlalu tinggi menyebabkan jumlah penerimaan devisa
dan jumlah uang yang beredar di dalam negeri semakin banyak, sehingga terjadi
inflasi. Secara parsial Jumlah produksi berpengaruh positif dan signifikan pada
volume ekspor lada dengan b2 = 0,565, yang artinya jika jumlah produksi
mengalami kenaikkan sebesar 1 ton dengan asumsi variabel lain dianggap
konstan, maka volume ekspor lada Indonesia diharapkan meningkat sebesar 0,565
ton. Secara parsial luas lahan lada berpengaruh positif dan signifikan pada volume
ekspor lada Indonesia, dengan b3 = 0,131 yang artinya jika luas lahan bertambah
sebesar 1 persen dengan asumsi variabel lain dianggap konstan, maka volume
ekspor lada Indonesia diharapkan bertambah sebesar 0,131 ton.

REFERENSI
Amornkitvikai, Y., Harvie, C. & Charoenrat, T. 2012. Factors affecting the export
participation and performance of Thai manufacturing small and medium
sized Enterprises (SMEs). International Council for Small Business World
Confrence. 5 (7), pp: 1-35.

Amiruddin Syam. 2002. Analisis Effisiensi Produksi Komoditi Perkebunan. Pusat
Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Litbang
Pertanian. Departemen Pertanian
.
Anthony, Peter, and Richard. 2012. The impact of Macroeconomic Variabels on
Non- Oil Peformance in Nigeria, 1986-2010. Journal of Economics and
Suitainable Development. 3(5), hal: 27-41.